ASAP KEHIDUPAN

ASAP KEHIDUPAN


Papaku sering sekali membakar sampah didepan rumah. Maklum, rumahku tinggal diperumahan umum biasa yang tetangganya dekat sekali, karena rumahnya berhimpitan.

Suatu kebiasaan yang tidak pernah terlupakan jika ayahku sudah pulang kerja sore-sore, dia selalu melihat tong sampah didepan rumah, jika ada banyak sampah maka dia langsung membakarnya. Dan alhasil rumahku jadi penuh dengan asap yang bau dan sangat pedih dimata.

Oleh tetangga disekitar rumahku, papa lebih dikenal dengan sebutan pak Asap. Karena sering sekali membakar sampah didepan rumah dan asapnya kemana-mana.maka, sudah tidak heran kalau ada asap dilingkungan rumah saya tinggal maka yang dicari adalah papaku.

Papaku sering ngeyel (dalam bahasa jawa tidak mau tahu) kalau dibilangin oleh mama, kata mama jangan bakar sampah terus didepan rumah karena ngak enak sama tetangga sekitar, namanya juga papaku tidak mau ambil pusing.

Papa bilang kalau tidak dibakar nanti tempat sampahya penuh dan kalau sudah penuh dengan sampah akan menyebabkan kuman penyakit, bener juga sih. Tapi mama selalu bilang kalau papa bakar sampah melulu, asapnya akan mengganggu tetangga sekitar dan terasa pedih dimata kalau terkena asap.

Sama halnya dengan kehidupan ini, hidup bagaikan asap yang terkadang membuat orang pedih dan menangis atau bahkan mengganggu kepentingan orang lain.

Kadang kekayaan dan kesuksessan yang kita raih atau dapat bagaikan asap kehidupan, yang mana dia menghampiri kita dan dengan sekejap menghilang keudara dan tidak tahu kemana perginya semua itu.

Asap yang menghampiri hidup kita tidak jauh berbeda, dari asap yang ada ditempat sampah rumah saya. Kadang kita merasa paling hebat dan paling pintar dimuka bumi ini, tetapi kita tidak menyadari kalau kehidupan kita bagaikan sampah.

Kita tidak sadar kalau dahulu kehidupan kita bagaikan sampah yang tidak berarti dan berguna namun dengan sentuhan tangan-tangan yang mengasihi anda baik orang tua, istri suami, anak, menantu, mertua, atau siapapun itu, tangan-tangan lembut dan mesra inilah yang mengangkat anda dari sampah menjadi kehidupan yang sangat berarti dan bernilai seperti sekarang ini.

Jangan pernah sombong dan angkuh jika sekarang posisi anda sedang dipuncak, semuanya bagaikan asap yang sebentar saja akan hilang kekayaan, kekuasaan, kedudukan, atau pangkat yang anda sandang sekarang sifatnya sementara, tak ada yang abadi dimuka bumi ini.

Seiring berjalannya waktu kesehatan yang makin berkurang, kehilangan keluarga, atau orang yang sangat dikasihi dan bertambahnya umur, membuat anda merasa semuanya tidak berarti lagi didalam kehidupan ini. Tetapi sebelum semuanya ini berlalu, anda masih punya kesempatan untuk membuat setiap langkah yang anda tempuh sekarang memiliki arti yang berguna bagi orang banyak.

Jangan pernah menunggu tua renta baru anda mau berbagi kasih dengan sesama, kalau bisa saat ini juga Anda harus mengambil tindakan dan berkomitmen untuk melakukan yang terbaik disetiap profesi, pekerjaan, atau apapun aktivitas yang Anda lakukan sekarang.

Hidup bagaikan asap yang hanya sebentar saja mengudara dan dengan cepatnya akan menghilang. Jika anda tidak memiliki arti dalam hidup ini maka kekayaan dan kesuksessan yang anda dapati bagaikan asap kehidupan.

Milikilah arti dari setiap kekayaan dan kesuksessan yang Anda raih saat ini. Jangan berbesar hati dan sombong akan semua yang anda raih sekarang ini, semuanya hanya sesaat dan akan hilang ditelan waktu, anda tidak dapat mempertahankan semuanya digenggamman anda. Tetapi lepaskanlah semuanya maka anda akan merasa bahagia yang sangat mendalam. Dan anda bisa tersenyum atas semua kekayaan dan kesuksessan yang anda raih.

Asap bisa berguna untuk mematikan kuman-kuman penyakit yang ada didalam sampah, tetapi juga bisa membuat mata anda pedih jika terkenanya maka, manakah yang anda pilih, menjadi asap yang berguna atau menjadi asap yang memedihkan orang lain?.

Pilihan ditangan anda ?.

Salam MANTAB (Manusia Tanpa Batas)

Mario Einstain

Satu pemikiran pada “ASAP KEHIDUPAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s